4 Desember 2023 - 16:11
Perang baru Israel dan Dukungan Yaman terhadap Gaza

Sikap kabinet ekstrim Netanyahu yang menolak gencatan senjata permanen menimbulkan biaya besar bagi Israel, bukan saja korban jiwa dalam serangan darat meningkat, bahkan terbuka peluang kembali terbukanya front baru dari selatan Lebanon hingga Golan Suriah dan Yaman.

Kini, rezim Zionis menghadapi, di satu sisi, batalyon Qassam dari sayap militer Hamas, yang memiliki pengetahuan rinci tentang zona perang, dan di sisi lain, di timur dan timur laut, dengan rudal Irak dan Suriah, di utara, dengan serangan balasan Hizbullah, dan yang lebih penting, di arena maritim dihadapkan pada partisipasi aktif Ansarullah dalam membantu masyarakat Gaza dan menciptakan pencegahan terhadap serangannya.

Sebagaimana penyitaan beberapa kapal Israel menyebabkan diterimanya gencatan senjata sementara oleh rezim Zionis, maka dimulainya kembali serangan rezim ini setelah gencatan senjata sementara berakhir telah mendorong tentara Yaman memulai kembali serangannya terhadap rezim Zionis demi mencegah berlanjutnya agresi dan memaksa kabiner ekstrim Netanyahu menerima gencatan senjata permanen. Dan pada saat yang sama, mengingat dukungan eksplisit Amerika Serikat kepada Tel Aviv, kapal-kapal Amerika bersama dengan kapal-kapal Israel akan menjadi target serangan Yaman.

Militer Yaman mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh saluran TV Al-Masirah, sejalan dengan pelaksanaan perintah Abdul-Malik Badruldeen al-Houthi, pemimpin Ansarullah, dan sebagai tanggapan atas keinginan bangsa besar Yaman dan rakyat penuntut kebebasan negara-negara Arab dan Islam, dan untuk menekankan kehadiran pilihan bangsa Palestina dan perlawanan mulianya, angkatan bersenjata Yaman, dengan pertolongan Tuhan, melakukan operasi yang menargetkan dua kapal Israel di Bab al-Mandab pagi ini.

Kedua kapal ini diberi nama "Unity Explorer" dan "Number Nine", yang pertama menjadi sasaran rudal angkatan laut dan kapal kedua menjadi sasaran drone angkatan laut. Tindakan ini diambil setelah kedua kapal ini tidak mengindahkan pesan peringatan Angkatan Laut Yaman.

Selain itu, menurut pejabat pertahanan AS, kapal perusak kelas Arleigh Burke USS Carney (DDG-64) diserang di Laut Merah oleh rudal anti-kapal dan drone Houthi di Yaman barat. Kapal perusak Carney sebelumnya terlibat dalam intersepsi 4 rudal jelajah dan 15 drone yang diluncurkan Ansarullah ke arah selatan wilayah pendudukan.

Salah satu pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, menanggapi komentar seorang pejabat Amerika yang mengatakan bahwa Washington berhak menanggapi serangan Ansarullah, menekankan bahwa Amerika tidak punya hak di Laut Merah untuk menanggapi serangan tersebut.